![]() |
|
Foto: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jakarta, Senin (18/11/2024). |
DetakNasional.com,-ACEH — Rekaman antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Aceh ramai diperbincangkan publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam beberapa unggahan di TikTok, terlihat sepeda motor dan mobil mengular hingga berjam-jam menunggu mendapatkan bahan bakar.
Salah satu video yang diunggah akun mfthullj memperlihatkan warga harus menunggu hingga empat jam. Unggahan lain dari akun Agmar.Farm menampilkan situasi serupa pascabanjir di wilayah Bireuen, Aceh, pada akhir November 2025.
Menanggapi hal itu, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fathul Nugroho, memastikan bahwa stok BBM di Aceh berada dalam kondisi aman. Ia menyebut distribusi ke SPBU yang tidak berada di wilayah terdampak bencana tetap berjalan normal.
“Pantauan di Banda Aceh tidak ditemukan antrean panjang. Hanya ada peningkatan jumlah kendaraan, kemungkinan berasal dari warga yang mengungsi ke daerah lebih aman. Dengan demikian, suplai BBM untuk masyarakat Aceh dipastikan aman,” ujar Fathul.
Menurutnya, ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan harga yang terjadi di luar SPBU bukan menjadi kewenangan BPH Migas maupun badan usaha penyalur.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah bersama Pertamina mengerahkan 12 mobil tangki untuk menyuplai 13 SPBU di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen setelah jalur pasokan dari Fuel Terminal Lhokseumawe sempat terputus. Keesokan harinya, enam mobil tangki tambahan kembali dikirimkan.
Total distribusi dilakukan dengan kapasitas angkut sekitar 288 kiloliter (KL) dan mendapat dukungan pengamanan dari aparat serta TNI. Secara keseluruhan, stok di fuel terminal wilayah Aceh dilaporkan dalam kondisi terkendali.
Saat ini, kebutuhan BBM untuk Aceh dipasok melalui enam fuel terminal, yakni Medan Group, Sabang, Lhokseumawe, Krueng, Meulaboh, dan Simeulue. Fokus utama pemerintah adalah memastikan distribusi ke wilayah terdampak bencana berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

