Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gelombang Kebakaran Hutan Terjang Victoria, Ribuan Warga Dievakuasi

Jumat, 09 Januari 2026 | Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T06:06:28Z


DetakNasional.com,-Kebakaran hutan berskala besar kembali melanda negara bagian Victoria, Australia, pada Jumat (9/1/2026). Kondisi cuaca ekstrem berupa suhu tinggi dan hembusan angin kencang memicu penyebaran api secara cepat, sehingga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Otoritas pemadam kebakaran menetapkan peringatan bahaya kebakaran pada tingkat paling tinggi di sejumlah kawasan, termasuk Wimmera, Northern Country, North Central, dan South West. Dua titik api utama di Longwood dan Walwa dilaporkan masih aktif dan sulit dikendalikan hingga Jumat malam.

Dampak kebakaran tercatat signifikan. Sejumlah bangunan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur vital hangus terbakar. Sebuah sekolah yang selama ini berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat turut dilaporkan musnah dilalap api.

Kapten CFA George Noye menggambarkan situasi di kota Ruffy sebagai kondisi darurat yang mengkhawatirkan. “Kerusakan yang terjadi sangat luas. Infrastruktur penting hilang, dan wilayah pusat kota terdampak parah,” ujarnya kepada media setempat.

Ratusan warga yang terdampak kini mengungsi ke pusat-pusat bantuan darurat, salah satunya di Seymour. Pemerintah daerah menyebutkan adanya potensi gangguan terhadap layanan listrik, pasokan air bersih, serta jaringan komunikasi di beberapa wilayah terdampak.

Di tengah situasi tersebut, otoritas kesehatan juga mengeluarkan peringatan terkait gelombang panas ekstrem yang melanda Victoria dan New South Wales. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar ruangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan.

Kepala CFA Victoria, Jason Heffernan, menegaskan bahwa kondisi kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali. “Api masih berpotensi meluas dan menimbulkan kerusakan tambahan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi evakuasi,” katanya.

Pemerintah dan tim darurat menegaskan bahwa penanganan terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dan tidak memaksakan diri kembali ke wilayah yang dinyatakan berbahaya.(html)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update