Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Keutamaan Zikir Setelah Shalat: Jalan Sunyi Menuju Ketenangan Hati dan Kedekatan Ilahi

Kamis, 08 Januari 2026 | Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-08T04:02:00Z

Abdul Mutholib, S.Pd.i.,M.Pd

DetakNasional.com,-Di tengah laju kehidupan yang kian cepat, manusia kerap berlari mengejar dunia hingga lupa berhenti sejenak untuk mendengar suara hatinya sendiri. Kesibukan demi kesibukan sering kali membuat jiwa letih tanpa disadari. Padahal, hati pun membutuhkan santapan bukan berupa harta atau pujian, melainkan ketenangan yang lahir dari mengingat Allah SWT.

“Hati yang jauh dari Allah akan terasa sempit, meski dunia digenggam sepenuhnya. Namun hati yang dekat dengan-Nya akan lapang, meski hidup berjalan sederhana.”

Islam menghadirkan zikir sebagai oase bagi jiwa yang haus. Zikir bukan sekadar rangkaian lafaz di bibir, melainkan jembatan lembut yang menghubungkan hati seorang hamba dengan Rabb-nya. Rasulullah SAW telah menegaskan keutamaan amalan ini saat seorang sahabat mengadukan beratnya menjalankan banyak kewajiban agama. Jawaban Nabi SAW begitu sederhana, namun sarat hikmah: jadikan lisan senantiasa basah oleh zikir kepada Allah.

“Zikir adalah bahasa cinta antara hamba dan Tuhannya. Semakin sering diucap, semakin dekat jaraknya.”

Pesan ini menjadi isyarat bahwa zikir adalah inti ibadah penjaga iman, penguat hati, dan pengikat kedekatan seorang Muslim dengan Sang Pencipta.

Zikir Setelah Shalat, Detik-Detik Penuh Keberkahan

Di antara waktu paling berharga untuk berzikir adalah sesaat setelah shalat fardhu. Rasulullah SAW tidak tergesa meninggalkan tempat shalatnya. Beliau mengisinya dengan istighfar dan doa, seolah mengajarkan bahwa shalat bukan akhir dari ibadah, melainkan pintu menuju dzikir yang menyempurnakannya.

Bayangkan seorang hamba yang masih duduk bersimpuh di sajadahnya, masjid mulai lengang, suara langkah kaki perlahan menjauh. Di saat itulah ia memilih diam bersama Allah, membiarkan lisannya mengucap nama-Nya dan hatinya tunduk penuh harap.

“Mereka yang berlama-lama di sajadahnya, sejatinya sedang memeluk ketenangan yang dunia tak mampu memberikannya.”

Mereka yang tetap duduk di tempat shalatnya untuk mengingat Allah mendapatkan keistimewaan luar biasa. Para malaikat turun mendoakan, memohonkan ampunan dan rahmat, selama ia belum berhadats. Betapa agung balasan bagi hamba yang memilih berdiam sejenak bersama Allah, ketimbang segera larut kembali dalam urusan dunia.

Zikir dan Perubahan dalam Diri Seorang Mukmin

Zikir bukan hanya ibadah lisan, tetapi kekuatan batin yang perlahan mengubah diri seorang Mukmin.

Zikir membersihkan hati dari karat kelalaian. Hati yang jarang mengingat Allah perlahan mengeras, kehilangan cahaya, dan mudah tersesat. Namun ketika zikir menjadi kebiasaan, hati kembali hidup, jernih, dan lembut.

“Jika dosa adalah debu yang menutupi hati, maka zikir adalah hujan yang membersihkannya.”

Zikir juga menjadi perisai dari bisikan setan. Saat manusia lengah, setan mengambil peran. Namun ketika nama Allah terucap, bisikan itu melemah, kesadaran spiritual bangkit, dan jiwa kembali berada di jalur yang lurus.

Lebih dari itu, zikir mengundang perhatian Allah SWT. Siapa yang mengingat Allah, akan diingat oleh-Nya. Dan tidak ada kemuliaan yang lebih besar bagi seorang hamba selain disebut namanya oleh Rabb semesta alam.

“Cukuplah kemuliaan bagi seorang hamba ketika namanya disebut Allah di langit, meski ia tak dikenal di bumi.”

Zikir, Kedamaian yang Tak Dapat Dibeli

Hati yang dipenuhi zikir akan merasakan ketenteraman yang tidak dapat ditukar dengan emas maupun jabatan. Sebaliknya, hati yang jauh dari Allah akan mudah gelisah, meski hidup bergelimang kenikmatan dunia. Rasulullah SAW menggambarkan majelis zikir sebagai tempat yang dikelilingi malaikat, diselimuti rahmat, dan diturunkan ketenangan oleh Allah SWT.

“Zikir adalah rumah bagi jiwa; di sanalah ia pulang ketika lelah oleh dunia.”

Penutup Renungan

Zikir adalah cahaya yang menerangi langkah hidup, penyejuk bagi hati yang lelah, dan penopang iman di tengah badai kehidupan. Membiasakan diri berzikir setelah shalat mungkin tampak sederhana, namun di situlah tersembunyi keagungan yang tak terhitung nilainya.

“Jangan remehkan satu tasbih setelah shalat, sebab bisa jadi itulah sebab Allah menenangkan hatimu hari ini.”

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang lisannya lembut oleh zikir, hatinya hidup oleh iman, dan hidupnya tenang dalam lindungan serta ridha-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update