![]() |
| Ilustrasi:(AI Generated) |
DetakNasional.com,-Kisah ini mungkin sudah sering kita dengar. Namun tak ada salahnya kita mengingat kembali perjalanan wanita mulia ini agar semangat dan ghirah kita kembali tumbuh untuk meneladani keberanian serta keteguhan hatinya.
Nusaibah binti Ka’ab radhiyallahu ‘anha
Namanya tercatat dengan tinta emas. Keteguhan imannya membuat para malaikat turun menyambut kepergiannya.
Pada suatu hari, ketika ia tengah berada di dapur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti gunung runtuh. Ia meyakini, itu adalah tanda dimulainya peperangan di sekitar Gunung Uhud. Bergegas ia membangunkan suaminya, Said, lalu menyerahkan sebilah pedang.
“Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang.”
Said pun berangkat ke medan perang, dan tak lama kemudian kabar syahidnya sampai kepada Nusaibah. Dengan air mata tertahan ia berucap:
Inna lillah… Suamiku telah menang. Terima kasih, ya Allah.
Namun kesedihannya bukan karena kehilangan melainkan karena merasa tak lagi punya sesuatu untuk diberikan demi perjuangan.
Anak-anaknya menyusul ke medan jihad
Putranya yang bernama Amar meminta izin untuk menggantikan ayahnya. Ia berangkat dan akhirnya gugur sebagai syahid. Disusul kemudian adiknya, Saad, yang juga terjun ke medan perang dan wafat dengan gagah berani.
Nusaibah berkata lirih:
“Siapa lagi yang bisa kuberangkatkan? Yang tersisa hanya diriku.”
Ia pun meminta izin untuk ikut bertempur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memberikan arahan agar Nusaibah membantu merawat pasukan yang terluka dan ia menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Namun ketika melihat Rasulullah terluka, keberaniannya bangkit. Ia mengambil pedang seorang prajurit dan bertempur penuh semangat, hingga akhirnya lengannya tertebas dan tubuhnya tersungkur.
Akhir yang dimuliakan
Di tengah peperangan, langit tiba-tiba menghitam. Rasulullah berkata kepada para sahabat:
“Itu adalah bayangan para malaikat. Mereka datang berduyun-duyun menyambut ruh Nusaibah.”
Subhanallah… Allahu Akbar.
Tanpa pejuang seperti beliau, tidak mungkin Islam sampai kepada kita dengan kemuliaan seperti hari ini.
Semoga Allah menempatkan Nusaibah binti Ka’ab di surga tertinggi dan semoga kita diberi hati yang tegar seperti beliau.
Kalau ingin anak-anak kita menjadi kuat,
maka kitalah yang harus terlebih dahulu menjadi ibu yang kuat.
Semoga bermanfaat.
@Yunda_dsr
#dakwah
#islam
#nasihat
#muhasabah
#inspirasi

