DetakNasional.com,-Suasana duka menyelimuti Swiss setelah pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama lima hari menyusul kebakaran hebat yang melanda sebuah bar di kawasan wisata ski Crans-Montana, Pegunungan Alpen. Peristiwa yang terjadi pada malam pergantian tahun itu merenggut sekitar 40 nyawa dan melukai lebih dari seratus orang.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, menyebut tragedi tersebut sebagai salah satu momen paling memilukan dalam sejarah negaranya. Ia menyampaikan empati mendalam bagi keluarga korban, terlebih banyak di antara mereka yang masih berusia muda.
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Kamis dini hari, sekitar pukul 01.30. Sejumlah saksi menyebut api diduga muncul setelah kembang api atau petasan dinyalakan di dalam ruangan, lalu mengenai langit-langit bar. Api dengan cepat merambat ke area bawah tanah yang saat itu penuh sesak oleh pengunjung.
Cerita para penyintas menggambarkan kepanikan luar biasa. Mereka berdesakan mencari jalan keluar melalui tangga yang sempit, sementara asap pekat membuat banyak orang terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Ulysse Brozzo, remaja 16 tahun yang juga instruktur ski, mengaku beberapa temannya berada di dalam bar saat insiden terjadi. Ia menyebut masih ada korban yang belum ditemukan, sementara sebagian lainnya dirawat dalam kondisi kritis.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di bagian dalam bangunan serta sejumlah orang yang tergeletak di luar gedung setelah berhasil dievakuasi.
Jaksa wilayah Valais, Beatrice Pilloud, menyatakan penyelidikan tengah dilakukan untuk memastikan pemicu kebakaran. Ia menegaskan, masih terlalu dini menyebut penyebab pasti, meski tangga menuju ruang bawah tanah diketahui sempit dan berpotensi menyulitkan evakuasi.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Valais, Frederic Gisler, menjelaskan polisi tiba hanya dua menit setelah menerima laporan darurat. Status siaga merah langsung diberlakukan, dengan pengerahan puluhan ambulans, helikopter, dan tim penyelamat.
Korban luka kini dirawat di beberapa rumah sakit besar, termasuk di Sion, Lausanne, Geneva, dan Zurich. Banyak pasien mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan akibat asap. Rumah Sakit Universitas Lausanne menerima 22 pasien berusia 16–26 tahun, delapan di antaranya dalam kondisi kritis.
Upaya identifikasi korban menjadi tantangan tersendiri. Tim forensik harus mengambil sampel DNA dari keluarga, mengingat sebagian korban sulit dikenali. Beberapa di antaranya merupakan wisatawan asing; pemerintah Italia melaporkan belasan warganya hilang dan terluka.
Crans-Montana, yang dikenal sebagai destinasi ski elit, dikejutkan oleh tragedi di bar Le Constellation — tempat berkumpul populer bagi kaum muda yang memiliki dua lantai dengan klub malam di ruang bawah tanah.
Presiden wilayah Valais, Mathias Reynard, mengatakan momen pergantian tahun yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan saling mendukung selama masa sulit ini.

