Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Menjadikan Hidup Bernilai: Makna Berlomba dalam Kebaikan

Jumat, 02 Januari 2026 | Januari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T05:10:48Z

DetakNasional.com,-Dalam ajaran Islam, ajakan untuk fastabiqul khairat  berlomba-lomba dalam kebaikan  bukan sekadar anjuran moral, melainkan cara hidup. Siapa pun yang beriman diarahkan untuk menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang menanam amal yang membawa manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap manusia memiliki tujuan dan arah hidupnya masing-masing. Namun Allah memerintahkan agar kita tetap menjadikan kebaikan sebagai medan perlombaan. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 148 ditegaskan bahwa Allah akan mengumpulkan seluruh manusia, ke mana pun mereka berada tanda bahwa setiap amal tak pernah luput dari pengawasan-Nya.

Kesadaran ini menjadi sangat penting karena hidup memiliki batas yang tidak diketahui. Ajal datang tanpa pemberitahuan. Firman Allah dalam Surah Al-Hijr ayat 5 mengingatkan bahwa tidak ada satu umat pun yang dapat mempercepat atau menunda kematiannya walau sekejap. Karena itu, menunda amal hanya berarti menyia-nyiakan peluang yang mungkin tidak pernah datang kembali.

Berlomba dalam kebaikan bukan hanya soal memperbanyak ibadah, tetapi juga memperbaiki mutu amalan. Hari ini seharusnya lebih baik dari kemarin, dan besok diupayakan lebih baik dari hari ini. Setiap Muslim dituntut untuk mengevaluasi amalannya, memperdalam niat, dan meningkatkan kualitasnya.

Kondisi setiap orang berbeda. Mereka yang memiliki kelapangan rezeki dapat memperbanyak sedekah. Sementara yang diuji dengan kesempitan dapat memperbanyak ibadah seperti shalat malam atau puasa sunnah. Dengan begitu, semua orang tetap memiliki ruang untuk mendekat kepada Allah sesuai kemampuan masing-masing.

Dalam urusan ibadah, Islam juga mengajarkan memilih yang paling utama. Shalat dapat dilakukan di mana saja, tetapi shalat berjamaah di masjid memiliki nilai lebih besar dibandingkan shalat sendirian. Pilihan terhadap amal yang lebih utama inilah yang mencerminkan semangat fastabiqul khairat.

Lebih jauh, berlomba dalam kebaikan juga berarti memperluas manfaat. Kebaikan tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan menyentuh sesama manusia, tanpa memandang latar belakang. Dengan cara itulah Islam menghadirkan dirinya sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Pada akhirnya, fastabiqul khairat mengajak setiap Muslim menjadikan hidup lebih bernilai: bergerak, bersegera, dan tidak menunda kebaikan  karena setiap amal, sekecil apa pun, akan kembali kepada pelakunya.(rep)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update