![]() |
| Gedung Dosen Bangunan Mangkrak UIN Suska Riau/Istimewa |
DetakNasional.com,-Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau terus mematangkan rencana pendirian Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari pengembangan institusi. Keseriusan tersebut tercermin dalam rapat koordinasi strategis bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang difokuskan pada percepatan realisasi fakultas baru tersebut.
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, MS, SE., M.Si, menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran merupakan agenda strategis kampus yang harus dilaksanakan dengan prinsip tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab, terutama dalam aspek pengelolaan anggaran.
Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi pendanaan, baik yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) maupun Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Hal ini dinilai krusial mengingat kebutuhan belanja modal, khususnya pengadaan alat kesehatan, memerlukan anggaran besar serta spesifikasi teknis yang ketat.
Menurutnya, kerja sama dan pendampingan dari UIN Malang sangat membantu dalam meminimalkan risiko kesalahan administrasi, terutama pada proses pengadaan yang kerap menjadi kendala dalam pembangunan fasilitas pendidikan kedokteran.
Selain membahas infrastruktur, pertemuan tersebut juga mengulas strategi pembiayaan sumber daya manusia, termasuk perekrutan dosen spesialis dan tenaga laboratorium medis. Skema pengembangan kapasitas SDM juga menjadi perhatian guna memastikan pemenuhan standar akreditasi sejak awal operasional fakultas.
Rektor menjelaskan, pemilihan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai mitra benchmarking didasarkan pada keberhasilan kampus tersebut dalam mengelola Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan secara berkelanjutan. Dari forum tersebut, UIN Suska Riau memperoleh gambaran menyeluruh terkait perencanaan anggaran dan tata kelola pendirian fakultas kedokteran.
Rapat koordinasi diakhiri dengan kesepakatan penyusunan pedoman teknis penggunaan anggaran yang akan menjadi acuan Tim Task Force Pendirian Fakultas Kedokteran UIN Suska Riau. Pihak rektorat optimistis, fakultas baru tersebut dapat segera terwujud untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di Provinsi Riau.
Di sisi lain, wacana pendirian Fakultas Kedokteran turut mendapat perhatian kritis dari kalangan mahasiswa. Mereka mengingatkan agar pengembangan program studi baru tidak mengabaikan penyelesaian persoalan infrastruktur lama yang hingga kini belum rampung.
Mahasiswa menyoroti keberadaan gedung dosen yang terbengkalai serta kondisi masjid kampus yang lama tidak difungsikan secara optimal. Sejumlah bagian bangunan masjid bahkan tampak mengalami kerusakan dan pelapukan.
Salah seorang mahasiswa, Reni, menilai pimpinan universitas perlu menjaga konsistensi terhadap komitmen yang pernah disampaikan saat pemilihan rektor.
Ia berharap, pembangunan Fakultas Kedokteran dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian proyek-proyek mangkrak di lingkungan kampus, sehingga pengembangan UIN Suska Riau berlangsung secara menyeluruh, adil, dan berkelanjutan.

