Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Serangan Drone ke Kompleks Putin Peruncing Ketegangan, Dunia Ramai Mengecam

Kamis, 01 Januari 2026 | Januari 01, 2026 WIB Last Updated 2026-01-01T03:49:02Z


 

Detak Internasional (DetakNasional.com),-Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan besar menggunakan puluhan drone kamikaze yang diarahkan ke kediaman kenegaraan Presiden Vladimir Putin di Wilayah Novgorod, pada malam 28–29 Desember 2025.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan seluruh 91 drone yang mendekat berhasil ditembak jatuh sistem pertahanan udara. Moskow menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyebut aksi itu sebagai bentuk “terorisme negara” dan menegaskan Rusia tidak akan menanggapinya lewat jalur diplomasi. Ia menambahkan, sasaran balasan telah dipetakan dan posisi Rusia dalam proses perundingan damai akan ditinjau ulang.

Insiden tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah negara. Uni Emirat Arab menyampaikan simpati kepada Rusia dan menolak segala bentuk penyerangan terhadap fasilitas kenegaraan. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri UEA menilai serangan itu mengancam stabilitas dan keamanan kawasan.

Nada kecaman juga datang dari Nikaragua. Presiden Daniel Ortega dan Wakil Presiden Rosario Murillo mengirim surat solidaritas kepada Putin, menyebut serangan itu sebagai tindakan teror yang bisa merusak peluang dialog dan perdamaian.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump dilaporkan menyampaikan kejutan dan kemarahan saat berbicara langsung dengan Putin. Ia juga menyatakan lega AS tidak memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah keterlibatan negaranya dan menuduh Moskow merekayasa kejadian tersebut.

Di dalam negeri, anggota parlemen Rusia secara kompak mengecam serangan drone itu dan menilainya sebagai upaya menggagalkan proses negosiasi antara Rusia dan Amerika Serikat. Beberapa pejabat bahkan mendorong langkah balasan yang lebih keras, termasuk kemungkinan menyasar fasilitas pemerintahan Ukraina.(rml)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update