Detaknasional.com,- Pekanbaru, Riau — Pergantian kepemimpinan di tubuh Tentara Nasional Indonesia kembali menorehkan momentum strategis bagi masa depan bangsa. Tongkat komando Resor Militer (Korem) 031/Wirabima resmi berpindah tangan kepada sosok perwira intelektual dan lapangan, Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu, yang kini dipercaya memimpin Korem strategis di Bumi Lancang Kuning, menggantikan Brigjen TNI Jarot Suprihanto.
Prosesi serah terima jabatan berlangsung khidmat, penuh makna kebangsaan, dan sarat simbol pengabdian di Aula Kharuddin Nasution, Markas Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (20/1/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo, serta disaksikan jajaran perwira tinggi TNI, unsur pemerintah daerah, dan tamu undangan strategis lainnya.
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan awal babak baru penguatan stabilitas pertahanan, keamanan wilayah, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat Riau, di tengah dinamika nasional menuju era kepemimpinan baru Indonesia.
Ucapan Selamat dan Harapan Besar dari Aktivis Anti-Korupsi Nasional
Momentum bersejarah ini mendapat perhatian luas dari kalangan masyarakat sipil dan aktivis nasional. Melalui, Arjuna Sitepu C.PAR, Tim Investigator Pusat Yayasan (Komisi Pengawasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi) KPK TIPIKOR, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan harapan strategis atas penunjukan Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu sebagai Danrem 031/Wirabima.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu atas amanah besar sebagai Komandan Korem 031/Wirabima. Ini bukan hanya kepercayaan institusi TNI, tetapi juga harapan rakyat agar nilai integritas, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan bangsa terus ditegakkan,” tegas Arjuna Sitepu.
Lebih jauh, Arjuna menekankan bahwa kehadiran Brigjen Agustatius Sitepu di Riau diharapkan semakin memperkokoh peran TNI sebagai garda terdepan pengawal arah besar bangsa, khususnya dalam mengusung dan mengamankan Visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kami berharap Danrem 031/Wirabima dapat menjadi simpul strategis yang menyinergikan kekuatan pertahanan, stabilitas sosial, serta penguatan nilai kebangsaan, sejalan dengan delapan misi Asta Cita Prabowo–Gibran. TNI memiliki peran historis dan konstitusional dalam memastikan visi besar ini berjalan di jalur yang benar,” ujar Arjuna.
Asta Cita dan Peran Strategis TNI di Daerah
Menurut Arjuna Sitepu, delapan misi Asta Cita bukan sekadar agenda politik, melainkan cetak biru peradaban bangsa yang membutuhkan dukungan nyata dari seluruh elemen, termasuk TNI di wilayah.
Asta Cita tersebut meliputi:
1. Penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.
2. Pemantapan sistem pertahanan dan kemandirian nasional.
3. Penciptaan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
4. Peningkatan kualitas SDM, sains, dan teknologi.
5. Hilirisasi dan industrialisasi nasional.
6. Pembangunan dari desa dan pemberantasan kemiskinan.
7. Reformasi hukum serta pemberantasan korupsi dan narkoba.
8. Harmoni dengan lingkungan, budaya, dan toleransi antarumat beragama.
“Kami memandang Brigjen Agustatius Sitepu sebagai figur yang memiliki kapasitas lapangan, kecerdasan akademik, dan kepekaan sosial untuk ikut memastikan Asta Cita ini membumi, khususnya di wilayah Riau dan sekitarnya,” tambah Arjuna.
Perwira Lapangan, Intelektual, dan Humanis
Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu dikenal luas sebagai perwira dengan rekam jejak lengkap dan berimbang. Lulusan Akademi Militer 1997 ini telah menjalani penugasan di berbagai medan berat, mulai dari konflik Ambon, wilayah Papua, hingga memimpin Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia, yang sukses meraih penghargaan Satgas Terbaik Pamtas Darat RI–Malaysia tahun 2015.
Kariernya terus menanjak melalui berbagai jabatan strategis, termasuk Dandim 0205/Tanah Karo, Danbrigif 7/Rimba Raya, Asisten Operasi Kasdam XIV/Hasanuddin, hingga Danrem 022/Pantai Timur, sebelum akhirnya dipercaya memimpin Korem 031/Wirabima.
Tak hanya itu, ia juga menyandang gelar Doktor (S3) dari Universitas Sumatera Utara, dengan disertasi yang lahir dari pengalaman nyata penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung, menegaskan posisinya sebagai prajurit pemikir dan problem solver.
Dari Anak Petani Menuju Jenderal: Simbol Harapan Bangsa
Lahir dari keluarga petani di kaki Gunung Sinabung, Tanah Karo, pada 3 Agustus 1975, Brigjen Agustatius Sitepu adalah simbol nyata mobilitas sosial dan meritokrasi di tubuh TNI. Di balik ketegasan militernya, ia juga dikenal sebagai seniman dan pencipta lagu nasionalis, dengan karya-karya yang sarat nilai kemanusiaan, pengabdian, dan cinta tanah air.
Kini, sebagai Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu diharapkan menjadi pilar stabilitas daerah, penjaga integritas bangsa, dan mitra strategis rakyat, seiring langkah Indonesia menapaki jalan panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Editor: WASESA

