Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Empat Pelaku Pembunuhan Sadis di Rumbai Dibekuk, Otak Kejahatan Ternyata Mantan Menantu Korban

Minggu, 03 Mei 2026 | Mei 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T08:07:36Z

Detaknasional.com,- PEKANBARU – Kasus pembunuhan disertai perampokan yang menghebohkan warga Rumbai, Pekanbaru, akhirnya menemui titik terang. Aparat kepolisian berhasil meringkus empat pelaku yang terlibat dalam aksi keji terhadap seorang lansia, Dumaris Deniwati Boru Sitio (60).


Penangkapan dilakukan pada Sabtu (2/5/2026) oleh tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, dengan dukungan dari Polda Sumatera Utara dan Polda Aceh. Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda, yakni dua orang di wilayah Aceh Tengah dan dua lainnya di Kota Binjai, Sumatera Utara.


Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 29 April 2026, di kediaman korban di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya setelah diduga menjadi korban perampokan yang disertai kekerasan.


Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku datang menggunakan mobil berwarna hitam dengan modus berpura-pura bertamu. Tanpa menimbulkan kecurigaan, mereka berhasil masuk ke dalam rumah korban.


Aksi brutal terjadi saat salah satu pelaku pria menghantam korban menggunakan balok kayu hingga tewas. Setelah memastikan korban tidak berdaya, para pelaku kemudian menggasak sejumlah barang berharga milik korban.


Barang yang dibawa kabur antara lain perhiasan emas, cincin, uang tunai dalam mata uang dolar Singapura, telepon genggam, serta sejumlah perangkat elektronik.


Yang mengejutkan, otak di balik perencanaan aksi ini adalah AFT, seorang perempuan yang diketahui merupakan mantan menantu korban. Ia diduga telah merancang skenario kejahatan tersebut, bahkan sempat berinteraksi dan menyalami korban sebelum aksi kekerasan dilakukan.


Sementara itu, RS berperan sebagai eksekutor yang melakukan pemukulan terhadap korban. DN turut membantu dengan masuk ke dalam rumah dan memastikan kelancaran aksi. Adapun HS bertugas mengangkut barang hasil rampokan sekaligus membantu pelarian komplotan.


Saat ini, keempat pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif di balik aksi tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor dendam atau persoalan pribadi.


Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kriminal yang dapat terjadi bahkan dari orang terdekat.


 



TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update