RANA SINGKUANG - Sejumlah orang tua murid Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Darul Huda, Desa Rana Singkuang, menyampaikan kekecewaan terhadap mantan Kepala Desa Rana Singkuang, Kamarudin. Mereka menduga dana iuran pembangunan toilet MDA sebesar Rp3,5 juta yang berasal dari sumbangan orang tua siswa tidak pernah direalisasikan sebagaimana tujuan awal pengumpulan dana tersebut di desa rana singkuang kecamatan kampar.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, saat menjabat sebagai kepala desa, Kamarudin disebut meminta dana tersebut dengan alasan akan membeli bahan material untuk pembangunan toilet MDA. material yang dijanjikan tidak pernah diserahkan dan pembangunan toilet pun tidak pernah terlaksana.
"Kalau memang tidak bisa membantu, seharusnya jangan mengambil uang masyarakat. Sampai sekarang uang itu tidak jelas, sementara janji hanya tinggal janji," ujar warga.
Warga berharap dana tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Apabila memang tidak digunakan sesuai peruntukannya, mereka meminta agar uang tersebut dikembalikan kepada pihak yang berhak. Mereka juga berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti persoalan ini sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum.
Tak hanya menyoroti dugaan penggunaan dana iuran, masyarakat juga mengeluhkan kondisi MDA Darul Huda yang dinilai semakin memprihatinkan. Mereka menyebut honor para guru MDA dikabarkan belum dibayarkan oleh pemerintah desa selama lebih dari satu tahun, sehingga berdampak terhadap semangat para tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya. Jumat (24/7/26).
Di sisi lain, kondisi fisik bangunan sekolah juga disebut sudah mengalami banyak kerusakan. Sejumlah tiang dan kusen kayu telah lapuk dimakan usia, pintu ruang belajar sudah tidak dapat dikunci dengan baik, serta banyak kaca jendela yang pecah dengan rangka kayu jendela yang juga sudah tidak layak digunakan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kampar segera memberikan perhatian serius terhadap MDA Darul Huda, baik melalui bantuan rehabilitasi bangunan, pembangunan sarana dan prasarana yang layak, maupun dukungan terhadap kesejahteraan para guru agar kegiatan pendidikan keagamaan dapat berjalan dengan baik.

