DetakNasional.com,-Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah membuka diri terhadap bantuan dari berbagai pihak baik lembaga publik, swasta, maupun diaspora Indonesia untuk memperkuat penanganan bencana di wilayah Sumatera. Ia menegaskan, setiap bentuk dukungan harus disalurkan melalui mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam rapat penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), Prabowo menyampaikan bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf melaporkan adanya sejumlah pihak yang ingin menyalurkan bantuan. “Saya akan membahas lebih lanjut dengan para pejabat terkait agar mekanismenya tertata, bila ada yang sungguh-sungguh ingin membantu,” ujarnya, sebagaimana disampaikan Sekretariat Presiden.
Prabowo menuturkan, pemerintah tidak akan menolak bantuan selama tujuannya murni dan proses penyalurannya transparan. “Sebagai manusia, tentu kita tidak menolak bantuan asalkan semuanya jelas,” katanya.
Ia juga mengajak diaspora Indonesia, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, agar mengoordinasikan donasi melalui pemerintah pusat sehingga distribusi bantuan dapat lebih terarah ke daerah paling terdampak. “Jika warga diaspora Aceh ingin membantu kampung halamannya, silakan. Kami akan memfasilitasi,” ujar mantan Menteri Pertahanan itu.
Presiden membuka kemungkinan bagi pemerintah daerah untuk menyediakan rekening khusus donasi pemulihan pascabencana. Bantuan dapat dikirim dari mana saja, selama prosedurnya mengikuti aturan. Namun ia mengingatkan, bantuan harus berangkat dari niat tulus. “Kami pernah menerima bantuan, tapi ada juga yang kemudian menuntut imbalan. Itu yang harus kita hindari,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 1.154 korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Rabu (31/12/2025). Aceh mencatat korban tertinggi dengan 527 jiwa, disusul Sumatera Utara 365 jiwa, dan Sumatera Barat 262 jiwa.
BNPB juga melaporkan 165 orang masih dinyatakan hilang: 31 di Aceh, 60 di Sumatera Utara, dan 74 di Sumatera Barat. Angka tersebut disebut masih bisa berubah seiring berlanjutnya operasi pencarian dan penyelamatan.

