Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Trump dan Pejabat Iran Saling Melontarkan Ancaman di Tengah Gelombang Protes Nasional

Sabtu, 03 Januari 2026 | Januari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-01-03T04:04:37Z

Dok:AP/Istimewa

DetakNasional.com,-DUBAI — Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump dan pejabat senior Iran saling melontarkan ancaman keras pada Jumat, di tengah meluasnya aksi protes yang mengguncang sejumlah wilayah di Republik Islam tersebut. Demonstrasi dipicu merosotnya nilai mata uang rial dan kekecewaan publik yang kian dalam terhadap kondisi ekonomi dan politik.

Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas sejak unjuk rasa pecah, sementara para demonstran terdengar meneriakkan tuntutan yang langsung menyasar pemerintah. Gelombang protes kali ini disebut sebagai yang terbesar sejak 2022 ketika kematian Mahsa Amini dalam tahanan memicu kemarahan nasional meski skalanya belum sebesar dan seintens saat itu.

Perseteruan retorika antara Washington dan Teheran mencuat setelah serangan Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu. Saling ancam yang terjadi belakangan dinilai semakin memperkeruh hubungan kedua negara dan menambah ketidakpastian di kawasan.

Di dalam negeri, aparat keamanan dilaporkan memperketat pengamanan di sejumlah kota. Pemerintah Iran menuduh “campur tangan asing” berada di balik eskalasi protes, sementara para pengunjuk rasa menuding pemerintah gagal menahan lonjakan harga dan melemahkan daya beli rakyat. Laporan dari lapangan juga menyebut adanya pembatasan akses internet di beberapa wilayah untuk membatasi arus informasi.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia menyuarakan keprihatinan atas potensi penggunaan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil. Mereka mendesak pihak berwenang menjamin hak berkumpul secara damai serta menuntut penyelidikan transparan atas korban yang berjatuhan.

Dari pihak Amerika Serikat, pernyataan Gedung Putih menegaskan bahwa Washington “mengawasi situasi dengan cermat” dan menyatakan dukungan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, Iran menolak tekanan internasional dan menegaskan akan menindak tegas tindakan yang dinilai mengancam stabilitas negara.

Para analis menilai, kombinasi tekanan ekonomi, ketidakpuasan sosial, dan memanasnya hubungan dengan AS membuat situasi Iran berada pada fase sensitif. Bagaimana pemerintah merespons protes  dan sejauh mana retorika antara kedua negara berkembang  akan sangat menentukan arah krisis dalam beberapa hari mendatang. (jgap)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update