Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wamen Transmigrasi RI Dorong Nanas Moris Kampar Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Nasional.

Senin, 19 Januari 2026 | Januari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-19T03:50:29Z

DetakNasional.com - Pekanbaru - Pemerintah pusat semakin serius menggarap potensi ekonomi kawasan transmigrasi. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau dalam rangka memperkuat hilirisasi komoditas unggulan Nanas Moris di Kabupaten Kampar, Sabtu (17/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen menegaskan bahwa Nanas Moris Kampar memiliki nilai strategis untuk dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas lokal, tetapi juga sebagai aset ekspor nasional yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat transmigran secara berkelanjutan.

“Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak hanya bicara produksi, tapi bagaimana hasil pertanian ini memberi nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Viva Yoga Mauladi.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, stakeholder terkait, serta tokoh masyarakat. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas penguatan rantai pasok, pengolahan pasca panen, hingga peluang pasar nasional dan internasional bagi Nanas Moris.

Wamen juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi transmigrasi yang mandiri dan berdaya saing.

Turut mendampingi secara langsung, Ketua DPC Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Kampar, Nur Mustofa, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah dalam pengembangan kawasan transmigrasi.

Menurutnya, anak-anak transmigran siap menjadi motor penggerak inovasi, khususnya dalam mengembangkan produk turunan Nanas Moris agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami siap bersinergi. Nanas Moris bukan hanya identitas Kampar, tapi potensi besar yang harus dikelola secara profesional,” ujarnya.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat dan partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Kampar diharapkan dapat tumbuh menjadi sentra agroindustri berbasis transmigrasi, sekaligus contoh sukses transformasi ekonomi desa menuju pasar global.

Kunjungan kerja ini menjadi sinyal kuat bahwa transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan strategi pembangunan ekonomi jangka panjang yang berorientasi pada kemandirian dan daya saing nasional.

✍️Isar Topankk
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update