Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hari Kedua Pencarian Bocah Hanyut di Sungai Kampar, Orang Tua Korban Setia Menanti di Pinggir Sungai

Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T06:15:40Z

KAMPAR – Suasana haru dan duka menyelimuti kawasan Sungai Kampar, tepatnya di bawah Jembatan Kuok, Jumat (15/5/2026). Memasuki hari kedua pencarian, orang tua korban terlihat masih setia menunggu di pinggir sungai dengan raut wajah sedih dan lemas berharap anak mereka segera ditemukan.

Korban diketahui bernama Rahmadani (13), seorang pelajar sekolah dasar warga Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Bocah tersebut dilaporkan tenggelam pada Kamis siang (14/5/2026) sekitar pukul 13.20 WIB saat mandi bersama teman-temannya di aliran Sungai Kampar.

Menurut informasi warga, saat kejadian terdapat sekitar 15 anak yang sedang mandi dan bermain di bawah jembatan yang selama ini memang kerap dijadikan lokasi bermain oleh anak-anak setempat. Korban diketahui mengenakan kaos merah dan celana biru saat peristiwa nahas itu terjadi.

Warga menyebut debit air Sungai Kampar saat kejadian tengah meningkat dan arus cukup deras. Korban sempat berusaha ditolong oleh rekannya, namun derasnya arus sungai membuat teman korban tidak mampu menahan tubuh Rahmadani hingga akhirnya tenggelam terbawa arus.

“Temannya sempat mencoba menarik korban, tapi arus sungai terlalu kuat,” ungkap salah seorang warga di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan bawah Jembatan Pasar Kuok, tepatnya di Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.

Hingga Jumat pencarian kedua, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, aparat kepolisian serta masyarakat masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar guna mencari keberadaan korban. Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.

Pihak Basarnas Kampar memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan.

Suasana di lokasi pencarian dipenuhi rasa cemas dan haru. Sejumlah keluarga korban dan warga tampak terus memanjatkan doa di pinggir sungai berharap Rahmadani segera ditemukan.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update