Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Klarifikasi Kades Senama Nenek, H. Abdoel Rakhman Chan Bantah Tuduhan Kabur ke Malaysia

Minggu, 10 Mei 2026 | Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T00:45:51Z


Detaknasional.com,- Kampar - Kepala Desa H. Abdoel Rakhman Chan bereaksi keras terhadap pemberitaan spekulatif dan dinilai tendensius dari salah satu media online pada Kamis (7/5/2026), yang menuding dirinya melarikan diri ke Malaysia terkait proses penyelidikan dugaan penyerobotan lahan milik BUMN yang tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.


Dalam klarifikasinya kepada awak media pada Jumat (9/5/2026), A. Rakhman Chan membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberangkatannya ke Malaysia bukan untuk menghindari proses hukum, melainkan dalam rangka mengikuti kegiatan akademik dan pengembangan kapasitas.


“ Saya pergi ke Malaysia bukan untuk lari, tapi untuk mengikuti kegiatan Study Management and Business di Management and Science University (MSU). Agenda ini jelas dan terjadwal dari tanggal 3 sampai 7 Mei 2026,” tegas Rachman dalam klarifikasi resminya.


Menurutnya, informasi yang berkembang di sejumlah pemberitaan telah menimbulkan kesan negatif dan menggiring opini publik tanpa adanya konfirmasi langsung kepada dirinya. Ia menyayangkan adanya pemberitaan yang hanya bersandar pada informasi yang belum terverifikasi.


Penyajian informasi yang hanya mengandalkan “sumber yang beredar di lingkungan penegak hukum” tanpa upaya konfirmasi dan verifikasi yang memadai dinilai sebagai bentuk jurnalisme prematur dan berpotensi menyesatkan publik. Pemberitaan semacam itu juga dikhawatirkan dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Tapung Hulu, serta merugikan nama baik pribadi maupun institusi pemerintahan desa.


Kini, dengan terungkapnya fakta yang sebenarnya dan kembalinya H. Abdoel Rakhman Chan untuk menjalankan roda pemerintahan desa secara normal, polemik terkait isu pelarian dirinya dianggap telah selesai.


Masyarakat pun diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau pemberitaan yang belum memiliki landasan fakta yang kuat dan terverifikasi secara menyeluruh.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update