![]() |
DetakNasional.com,-DENPASAR — Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Bali akan terus menguat pada tahun 2026, kendati dinamika ekonomi global masih memberi tekanan. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali diproyeksikan berada di kisaran 5,4 hingga 6,2 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian beberapa tahun terakhir.
Wakil Direktur Kantor Perwakilan BI Bali, Muhamad Shiroth, menyampaikan bahwa optimisme tersebut ditopang oleh kombinasi sejumlah faktor, antara lain peningkatan investasi, stabilnya konsumsi rumah tangga, perbaikan sektor pertanian, serta pengembangan pariwisata yang kini diarahkan pada konsep quality tourism.
Shiroth menegaskan, sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi Bali.
Pada level nasional, BI menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan meski berhadapan dengan perlambatan ekonomi global, tingginya suku bunga di negara maju, serta meningkatnya risiko keuangan internasional. Kondisi tersebut turut memengaruhi Bali, namun fundamental ekonomi provinsi dinilai tetap kuat berkat konsumsi, investasi, dan aktivitas pariwisata.
Dari sisi harga, BI memprediksi inflasi Bali pada 2026 berada dalam target 2,5 persen ± 1 persen, seiring terjaganya pasokan pangan, kelancaran distribusi, dan penguatan koordinasi pengendalian inflasi melalui TPIP, TPID, serta program GNPIP.
Sektor perbankan juga diproyeksikan tumbuh positif. Penyaluran kredit di Bali pada 2026 diperkirakan meningkat 8 hingga 12 persen, didorong kebijakan pro-pertumbuhan dan penguatan pembiayaan inklusif. Hingga Oktober 2025, pertumbuhan kredit tercatat 5,95 persen (yoy), dengan porsi UMKM mencapai 42,40 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level rendah, yaitu 1,24 persen.
Meski demikian, BI mengingatkan masih ada tantangan struktural yang perlu diantisipasi, seperti ketergantungan tinggi pada pariwisata, risiko overtourism, alih fungsi lahan, serta kesenjangan inklusi keuangan dan digital.
Ke depan, strategi pembangunan diarahkan pada penguatan sektor-sektor unggulan di luar pariwisata, percepatan pariwisata berkualitas, pengendalian inflasi yang konsisten, perluasan akses pembiayaan, dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran.
Dengan langkah tersebut, BI berharap perekonomian Bali pada 2026 tidak hanya tumbuh lebih tinggi, tetapi juga lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.dns

