![]() |
| ilustrasi AI |
Pandangan Dwi Siswoyo menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya subjek pembelajaran, tetapi individu yang tengah membangun potensi intelektual, kepribadian, serta tanggung jawab sosial. Hal ini menunjukkan bahwa proses menjadi mahasiswa adalah proses pembentukan manusia seutuhnya, bukan sekadar pencapaian nilai akademik. Sejalan dengan itu, Slameto menekankan pentingnya proses pembelajaran yang membentuk kemampuan akademik, sikap, dan keterampilan. Mahasiswa, dalam perspektif ini, adalah produk dari proses pendidikan yang sistematis dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Kartono mengangkat peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda yang memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial. Pandangan ini menempatkan mahasiswa sebagai elemen penting dalam dinamika masyarakat dan demokrasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga kritis, peka, dan berani menyuarakan kepentingan publik.
Sementara itu, Arifin dan Sanusi menyoroti dimensi profesionalitas mahasiswa. Mahasiswa dipandang sebagai insan akademik yang sedang mempersiapkan diri untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sekaligus membentuk kompetensi dan karakter sebagai sumber daya manusia profesional. Perspektif ini menegaskan bahwa mahasiswa adalah investasi jangka panjang bangsa dalam menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan global.
Berdasarkan perbandingan tersebut, dapat dipahami bahwa mahasiswa tidak dapat direduksi hanya pada satu dimensi. Mahasiswa adalah entitas multidimensional: sebagai peserta didik, subjek pengembangan diri, calon profesional, sekaligus agen perubahan sosial. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk menyadari perannya secara utuh, tidak hanya berorientasi pada kelulusan akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Pada akhirnya, kualitas mahasiswa hari ini akan sangat menentukan arah masa depan bangsa. Ketika mahasiswa mampu memadukan kecerdasan intelektual, integritas moral, dan kepedulian sosial, maka perguruan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga pemimpin dan penggerak perubahan yang berdaya guna.

