Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Abdul Mutholib Terpilih Pimpin IKA FTK, Siap Wujudkan Gerakan Alumni BERILMU, BERAKHLAK, dan BERDAMPAK

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T11:24:17Z


DetakNasional.com,-
Pekanbaru, 19 April 2026 – Terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (IKA FTK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau periode 2026–2030, Abdul Mutholib, S.Pd.I., M.Pd menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi alumni menjadi kekuatan strategis yang tidak hanya solid, tetapi juga berdaya saing dan berdampak nyata.

Momentum Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 yang berlangsung lancar, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan menjadi titik awal kebangkitan baru bagi IKA FTK.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Mubes ke-2 telah berjalan dengan baik, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Ini adalah bukti bahwa IKA FTK adalah organisasi yang matang, solid, dan siap melangkah lebih maju,” ujar Abdul Mutholib.

Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah kepemimpinan.

“Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijaga. Bagi saya, amanah bukan sekadar jabatan, tetapi harga diri yang harus dipertanggungjawabkan dengan penuh integritas, baik di hadapan organisasi maupun di hadapan Allah SWT,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Mubes.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Panitia, seluruh relawan, dan panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan pengorbanan. Terima kasih juga kepada Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan beserta seluruh jajaran pimpinan fakultas atas dukungan dan kehadirannya, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses,” ungkapnya.

Mengusung visi besar:
“Menjadikan IKA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebagai rumah besar kolaborasi alumni yang BERILMU, BERAKHLAK, dan BERDAMPAK nyata bagi almamater, dunia pendidikan, dan umat,”
Abdul Mutholib menegaskan bahwa IKA FTK ke depan tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang memberi arti.

Menurutnya, arah gerakan organisasi akan bertumpu pada tiga pilar utama:

  • Berilmu: membangun alumni yang cerdas, kompetitif, dan terus berkembang,
  • Berakhlak: menghadirkan alumni yang menjadi teladan dalam sikap dan nilai,
  • Berdampak: memastikan setiap langkah organisasi memberi manfaat nyata bagi pendidikan dan masyarakat.

“IKA FTK harus naik kelas. Bukan hanya kuat dalam jaringan, tetapi juga unggul dalam kualitas dan luas dalam dampak. Kita tidak boleh hanya hadir, tetapi harus memberi arti,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa hasil demokrasi dalam Mubes bukanlah soal menang atau kalah, melainkan awal dari kebersamaan yang lebih besar.

“Dalam demokrasi tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Yang ada adalah amanah bersama. Semua harus dirangkul, karena seluruh alumni adalah kekuatan besar yang harus kita satukan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh alumni untuk menutup lembaran kompetisi dan membuka babak baru kolaborasi.

“Kontestasi telah selesai. Saatnya kita bersatu, saling menguatkan, dan bergerak bersama. Kita bangun IKA FTK dengan semangat kolaborasi, bukan kompetisi,” tambahnya.

Sebagai organisasi alumni berbasis keilmuan dan nilai, Abdul Mutholib juga menekankan pentingnya sinergi antara alumni, kampus, dan berbagai stakeholder.

“IKA FTK harus menjadi jembatan yang menghubungkan ilmu dengan pengabdian, kampus dengan dunia nyata, serta potensi dengan kontribusi nyata,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan IKA FTK sebagai organisasi yang kuat, bermartabat, dan berdaya saing.

“InsyaAllah, dengan semangat BERILMU, BERAKHLAK, dan BERDAMPAK, serta kebersamaan seluruh alumni, kita akan menjadikan IKA FTK sebagai kekuatan besar yang memberikan manfaat nyata bagi almamater, dunia pendidikan, dan masyarakat,” tutupnya.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update