KAMPAR – Setelah domino menjadi salah satu organisasi cabang olahraga (cabor) resmi, para pencinta domino dinilai memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun citra positif olahraga tersebut di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si. (Udo NBO). Ia mengatakan, domino harus mendapatkan tempat yang baik di hati masyarakat dan terus dikembangkan sebagai olahraga yang mengedepankan silaturahmi, konsentrasi, serta kemampuan berpikir.
Menurutnya, domino pada masa lalu kerap identik dengan aktivitas perjudian. Karena itu, menjadi tugas bersama para pencinta domino untuk mengubah stigma negatif tersebut melalui kegiatan-kegiatan yang positif, sportif, dan terorganisir.
“Dahulu awalnya domino memang seolah-olah identik dengan judi. Inilah tugas kita untuk membalikkan stigma negatif tersebut,” ujar H. Yurnalis Basri.
Ia menyebut domino memiliki karakter sebagai olahraga otak yang membutuhkan konsentrasi, daya ingat, strategi, serta kemampuan mengambil keputusan.
Selain sebagai sarana kompetisi, menurutnya, olahraga domino juga memiliki sejumlah manfaat, di antaranya:
1. Menumbuhkembangkan dan memantapkan silaturahmi antarpemain dan masyarakat.
2. Melatih saraf dan kemampuan otak agar terus bekerja dengan baik melalui konsentrasi dan strategi permainan.
3. Meningkatkan serta memantapkan daya ingat, karena pemain dituntut mengingat susunan dan kemungkinan kartu yang dimainkan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Yurnalis Basri juga menyampaikan apresiasi terhadap turnamen domino yang ditaja Ketua KONI Kabupaten Kampar, Drs. H. M. Yasir, bersama kolega KONI Kabupaten Kampar, dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Ia menilai turnamen tersebut merupakan kegiatan positif yang dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga resmi sekaligus mempererat hubungan antarpencinta olahraga domino.
“Kami mengapresiasi turnamen domino yang ditaja oleh Ketua KONI Kabupaten Kampar, Bapak Drs. H. M. Yasir dan kolega KONI Kabupaten Kampar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81,” katanya.
H. Yurnalis Basri berharap kegiatan turnamen domino tidak hanya digelar pada momentum tertentu, tetapi dapat dilaksanakan secara berkesinambungan oleh KONI Kabupaten Kampar maupun pihak-pihak lainnya.
“Kami berharap turnamen domino tetap diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Kampar dan pihak lain secara berkesinambungan,” harapnya.
Menurutnya, semakin banyak kegiatan domino yang dikemas secara profesional dan menjunjung tinggi sportivitas, semakin terbuka pula kesempatan bagi masyarakat untuk melihat domino dari sisi yang berbeda.
Dengan demikian, domino diharapkan semakin dikenal sebagai olahraga yang mampu mengasah kemampuan berpikir sekaligus menjadi wadah mempererat silaturahmi dan persaudaraan.
H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si. (Udo NBO)
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Riau
President of Omputaka
Lp. Indra Ef..

