Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Memperingati Hari Damai Aceh ke-21, HMI Aceh Timur Gelar Doa Bersama dan Nonton Bersama Sejarah Konflik dan Perdamaian Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 | Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T09:43:42Z

 

Aceh Timur — Dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh ke-21, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Aceh Timur menggelar doa bersama serta nonton bersama (nobar) dokumentasi sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh. yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Malam 

Kegiatan ini menjadi momentum bagi kader HMI dan generasi muda untuk kembali mengenang perjalanan panjang masyarakat Aceh dalam melewati masa konflik hingga lahirnya perdamaian melalui MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Melalui doa bersama, HMI Aceh Timur mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para korban konflik serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian Aceh. Sementara kegiatan nonton bersama dokumentasi sejarah diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar memahami sejarah Aceh secara lebih objektif dan tidak melupakan pengalaman masa lalu.

Ketua HMI Cabang Aceh Timur, Liza Nur Salsabila, menyampaikan bahwa perdamaian bukan sekadar berhentinya konflik bersenjata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan, keadilan, kesejahteraan, dan masa depan Aceh.

“Hari Damai Aceh harus menjadi momentum refleksi bagi generasi muda. Kita tidak boleh melupakan sejarah, tetapi menjadikan sejarah sebagai pelajaran untuk membangun Aceh yang lebih damai, adil, bermartabat, dan sejahtera,” ujarnya.

HMI Aceh Timur juga menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam merawat perdamaian. Nilai-nilai dialog, persaudaraan, toleransi, keadilan, serta kepedulian terhadap masyarakat harus terus ditanamkan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan diskusi ringan yang dipandu langsung oleh Raja Abdul Razi, Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Aceh Timur Periode 2022-2023. Sesi ini menjadi wadah bertukar pandang dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian perdamaian yang telah diraih.

Kegiatan doa bersama dan nonton sejarah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama bahwa perdamaian Aceh adalah warisan yang harus dijaga dan diisi dengan pembangunan serta kemajuan generasi muda.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update