Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mabes TNI Turun ke Kampar, Perkuat Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T14:25:10Z

KAMPAR – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengintensifkan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi dan penyuluhan adalah Kabupaten Kampar.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan silaturahmi Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan Karhutla Mabes TNI ke Pemerintah Kabupaten Kampar. Tim diterima langsung Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., didampingi Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., dan Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., di RM Pondok Danau, Kamis (1/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi TNI dalam memperkuat pencegahan Karhutla melalui edukasi langsung kepada masyarakat, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Polri dan seluruh unsur terkait.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi kepada Mabes TNI yang telah memilih Kabupaten Kampar sebagai salah satu wilayah pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Mabes TNI yang telah menetapkan Kabupaten Kampar sebagai lokasi kegiatan. Ini sangat penting karena beberapa waktu lalu kita menghadapi kebakaran di sejumlah lokasi di Kabupaten Kampar,” ujar Ahmad Yuzar.

Menurut Bupati, kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla memiliki arti penting. Selain membantu penanganan ketika terjadi kebakaran, TNI juga berperan dalam membangun kesadaran masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.

Ahmad Yuzar juga menilai sinergitas TNI dan Polri bersama pemerintah daerah selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Alhamdulillah, berkat sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh tim, terutama TNI dan Polri, api dapat ditangani dengan cepat. Ini menunjukkan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menghadapi Karhutla,” katanya.

Sementara itu, Perwira Tinggi Mabes TNI AD Brigjen TNI Sudarma Setiawan, S.I.P., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut akan dilaksanakan selama satu bulan, mulai 28 Agustus hingga 28 September 2026.

Dalam periode tersebut, tim Mabes TNI akan turun langsung ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla serta pentingnya mencegah pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas dukungan dan support terhadap kegiatan kami. Insyaallah kegiatan ini dapat berjalan dengan baik selama satu bulan,” ujar Brigjen TNI Sudarma Setiawan.

Ia menegaskan, pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. TNI tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat agar potensi Karhutla dapat ditekan sejak awal.

“Kami akan turun langsung ke beberapa titik lokasi di Kabupaten Kampar. Harapan kami kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla ini dapat berjalan sukses, aman dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial TNI dalam memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Melalui penyuluhan, TNI mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Karhutla dinilai tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan kabut asap dan memberikan dampak luas terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi.

Pemkab Kampar menyambut baik langkah Mabes TNI yang secara langsung turun ke wilayah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Dengan keterlibatan seluruh unsur, pencegahan diharapkan tidak hanya dilakukan setelah api muncul, tetapi dimulai dari tingkat masyarakat melalui peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tim penyuluh Mabes TNI yang melaksanakan kegiatan di wilayah Kodim 0313/KPR terdiri dari Brigjen TNI Sudarma Setiawan, Kolonel Agus Donny, Kolonel Laut Dedi Noferi, Kolonel Jano, Kolonel Laut Muksalmina, Kolonel Hermawan, Mayor Muhammad Aripin, Mayor Inf Dudung AR, Mayor Chk Aditya Wicaksono, Mayor Cpl Proboseto, Mayor Arm Yudha, Mayor Inf Vira Yuda Galih dan Mayor Kav Angga Prawira.

Melalui kegiatan ini, TNI menunjukkan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan, keselamatan dan kelestarian lingkungan, sekaligus mendorong terwujudnya pencegahan Karhutla yang lebih terintegrasi di Kabupaten Kampar.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update