Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Klarifikasi Tudingan Video Viral Pengancaman Kepada Kepala Desa Sungai Tonang Oleh Mitra BGN

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T13:37:40Z


Detaknasional.com,- KAMPAR – Anasril, selaku penyedia dapur sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN), memberikan klarifikasi atas tudingan yang menyebut dirinya melakukan pengancaman terhadap kepada Kepala Desa Sungai Tonang, Rahman Yeni.

Klarifikasi tersebut disampaikan Anasril kepada awak media pada Rabu (25/2/2026), menanggapi beredarnya percakapan maupun video yang sebelumnya diviralkan oleh Rahman Yeni di media sosial.

Menurut Anasril, informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan kronologi sebenarnya. Ia menduga penyampaian di media sosial dilakukan karena persoalan yang dianggap sebagai bagian dari aset negara.

“Saya beranggapan dan berasumsi bahwa apa yang disampaikan melalui media sosial oleh Rahman Yeni karena ini berkaitan dengan aset negara,” ujar Anasril.

Anasril kemudian menjelaskan kronologi kejadian. Ia mengaku pada Selasa siang sekitar pukul 13.22 WIB menerima telepon dari Rahman Yeni. Namun saat itu ia sedang menghadiri suatu acara.

“Saya jawab bahwa saya sedang ada acara, lalu handphone saya letakkan di atas meja. Saya rasa berbicara lama saat sedang dalam acara itu tidak etis,” jelasnya.

Setelah acara selesai, Anasril mengaku tidak langsung membuka ponsel karena beristirahat hingga tertidur. Setelah itu, ia melanjutkan aktivitas ke Simpang Kubu dan kemudian ke Pasar Air Tiris.

Barulah sekitar pukul 16.27 WIB, ia membuka ponsel dan melihat pesan WhatsApp dari Rahman Yeni yang berbunyi, “Ala heboh di grup kanda.”

“Saya tidak paham maksudnya, sehingga tidak langsung menanggapi. Lalu saya balas, ‘apa hal wali’, karena saya juga tidak mendapat informasi dari pihak dapur,” ungkapnya.

Tak lama berselang, Rahman Yeni kembali menghubungi Anasril melalui telepon. Dalam percakapan tersebut, Anasril mengaku mendapat tekanan untuk segera menghubungi seseorang bernama Ulul.

“Beliau bertanya dengan nada tinggi apakah sudah menelpon Ulul. Saya jawab belum, karena ini bulan puasa, saya akan hubungi setelah berbuka,” ujar Anasril.

Anasril menilai cara komunikasi tersebut terkesan mendesak dan mencampuri urusan internal dapur. Ia menegaskan bahwa posisinya dalam BGN hanya sebagai mitra, bukan pengambil keputusan utama.

“Saya juga anggota dewan di Kabupaten Kampar. Di BGN ini saya hanya sebagai mitra. Untuk urusan Ulul atau korwil, saya tidak berani mengintervensi,” tegasnya.

Ia juga menyatakan telah membuka ruang komunikasi apabila ingin dibahas secara bersama.

“Kalau memang ingin duduk bersama, silakan kita komunikasikan dengan pihak terkait seperti Ulul dan korwil. Mereka juga bersedia untuk berdiskusi,” tambahnya.

Namun, menurut Anasril, pernyataannya tersebut tidak diterima dengan baik oleh Rahman Yeni. Ia mengaku kemudian mendapat pernyataan yang bernada ancaman.

“Beliau mengatakan akan mengajak masyarakat untuk mendemo dapur, bahkan menyebut dapur saya bisa dirusak,” ujar Anasril.

Atas kejadian tersebut, Anasril berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik melalui komunikasi dan klarifikasi bersama, tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

✍️ TIM

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update