Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ribuan Warga Desa Sipungguk Gelar hari raya puasa enam menuju pemakaman sanak keluarga yang telah tiada.

Sabtu, 28 Maret 2026 | Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T10:46:30Z






DetakNasional.com-,Bangkinang (28/3/2026) – Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Desa Sipungguk pada hari Sabtu ini. Ribuan warga yang berasal dari berbagai dusun di desa tersebut tampak bergerak serentak menuju area pemakaman umum desa untuk melaksanakan tradisi Hari Raya Puasa Enam. Peristiwa tahunan ini bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta mendoakan para leluhur yang telah mendahului mereka.

 

Sejak pagi hari, pemukiman Desa Sipungguk sudah mulai sibuk. Warga tampak mengenakan pakaian bersih dan rapi, berjalan beriringan menuju lokasi pemakaman. Pemandangan ribuan orang yang berjalan bersama dengan penuh kesungguhan menjadi pemandangan yang luar biasa, mencerminkan kekuatan ikatan sosial dan keagamaan yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat desa.

 


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh para tokoh agama dari masing-masing dusun di Desa Sipungguk. Dengan tertib, warga dari setiap dusun berkumpul di area makam yang telah ditentukan, dipandu oleh pemuka agama setempat yang memimpin jalannya doa bersama. Suara bacaan doa terdengar lirih namun khidmat, menyelimuti seluruh area pemakaman dengan suasana yang tenang dan penuh keikhlasan.

 

Salah satu warga Desa Sipungguk dalam keterangannya menyampaikan bahwa tradisi Hari Raya Puasa Enam ini memiliki makna yang sangat dalam bagi warga. "Kegiatan ini bukan hanya sekadar ziarah, tetapi juga sebagai sarana untuk mendoakan keselamatan bagi keluarga yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia. Selain itu, momen ini menjadi ajang bagi kami sekeluarga besar Desa Sipungguk untuk berkumpul kembali, mempererat persaudaraan yang mungkin sempat terputus karena kesibukan sehari-hari," ujarnya.

 





Salah satu tokoh agama yang memimpin doa menyampaikan bahwa doa bersama ini dipersembahkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat iman dan Islam, serta permohonan ampun atas segala kesalahan. "Kami berdoa agar arah para leluhur ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi-Nya, serta agar Desa Sipungguk senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, dan kemakmuran," tambahnya.

 

Selain aspek keagamaan, kegiatan ini juga menunjukkan kekompakan warga Desa Sipungguk. Terlihat para pemuda dari berbagai dusun bekerja sama mengatur lalu lintas dan membantu warga yang membutuhkan, sementara para ibu menyiapkan hidangan untuk disantap bersama setelah pelaksanaan doa. Semangat gotong royong terasa begitu kental di setiap sudut pemakaman hingga kembali ke pemukiman.

 

Usai pelaksanaan doa bersama di pemakaman, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama di tempat yang telah di tentukan Suasana akrab dan penuh tawa terlihat saat warga duduk bersila menikmati hidangan, berbagi cerita dan kabar terbaru. Hal ini semakin memperkuat rasa persaudaraan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Desa Sipungguk.

 

Tradisi Hari Raya Puasa Enam di Desa Sipungguk ini diakhiri dengan harapan agar semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan yang ditunjukkan hari ini dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Bagi warga Desa Sipungguk, hari ini bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat akan pentingnya kasih sayang terhadap sesama dan penghormatan terhadap jasa para pendahulu.


Lp/Rosidi

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update