DetakNasional.com-,BANGKINANG (27/03/2026) – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Dusun Sipungguk, tepatnya di wilayah RT 06/RW 03, Desa Sipungguk. Dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Puasa Enam yang merupakan tradisi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat, puluhan warga berkumpul dan bersatu tenaga untuk melaksanakan kegiatan gotong royong. Kegiatan ini difokuskan pada pembangunan gapura hias yang oleh warga Desa Sipungguk lebih akrab disebut dengan sebutan "Gaba-Gaba".
Kegiatan gotong royong ini bukan sekadar pekerjaan fisik semata, melainkan menjadi wadah bagi warga untuk mempererat tali persaudaraan serta melestarikan budaya gotong royong yang telah menjadi warisan leluhur. Mulai dari pagi hingga sore hari, warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari pemuda, orang dewasa, hingga para tetua adat, turut serta berpartisipasi. Ada yang menyumbangkan tenaga, ada yang membawa bahan bangunan seperti bambu, kayu, daun kelapa, dan hiasan lainnya, serta tak sedikit pula yang menyediakan konsumsi untuk menyokong kelancaran kegiatan tersebut.
Ketua RT 06 Ali akbar dan ketua RW 03 Duding Hermanto, dalam kesempatannya menyampaikan bahwa pembuatan Gaba-Gaba ini merupakan tradisi turun-temurun yang tidak boleh ditinggalkan. "Bagi kami warga Desa Sipungguk, Gaba-Gaba bukan hanya sekadar gapura atau hiasan jalan. Ini adalah simbol selamat datang, simbol kegembiraan, dan bukti bahwa kami masih memegang teguh adat istiadat. Hari Raya Puasa Enam adalah momen suci dan bahagia, dan Gaba-Gaba menjadi wajah dari lingkungan kami untuk menyambutnya," ujarnya dengan penuh antusias.
Secara bentuk dan pembuatan, Gaba-Gaba di Desa Sipungguk memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dengan gapura pada umumnya, pembuatannya masih mempertahankan teknik tradisional. Warga menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Keahlian dalam merangkai dan membentuk struktur Gaba-Gaba pun diturunkan dari generasi ke generasi. Para pemuda yang hadir pun memanfaatkan momen ini untuk belajar dari pengalaman para orang tua dan tetua desa mengenai teknik pembuatan serta filosofi di balik setiap bentuk dan ornamen yang dibuat.
Selain sebagai hiasan dan simbol perayaan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi yang efektif. Di tengah kesibukan masing-masing, momen gotong royong ini menjadi waktu yang tepat untuk saling bertukar sapa, berdiskusi, dan menyelesaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Warga tampak akrab bercanda di sela-sela pekerjaan, menciptakan suasana kekeluargaan yang sangat kental.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menambahkan, semangat gotong royong ini mencerminkan karakter masyarakat Desa Sipungguk yang solid dan peduli sesama. "Ketika kita bekerja sama, beban berat menjadi ringan. Begitu pula dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga dengan adanya Gaba-Gaba ini, suasana Hari Raya Puasa Enam tahun ini semakin meriah, dan kerukunan di antara warga semakin terjaga dengan baik," tuturnya.
Hingga kegiatan berakhir, struktur Gaba-Gaba mulai terlihat megah dan indah, berdiri tegak sebagai penanda bahwa wilayah RT 06/RW 03 siap menyambut hari besar tersebut. Warga berharap, tradisi ini akan terus hidup dan terus diwariskan kepada anak cucu kelak, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan budaya lokal tetap lestari di Desa Sipungguk. Kegiatan ini pun ditutup dengan doa bersama dan makan bersama sebagai tanda syukur atas kelancaran pekerjaan serta harapan agar perayaan Hari Raya Puasa Enam nanti berjalan lancar dan penuh berkah.
Lp Rosidi

.jpg)


