![]() |
| BNPB melaporkan hingga hari ini, Kamis
(1/1/2026) telah terbangun 1.050 unit tempat tinggal sementara (huntara) bagi
warga terdampak bencana di Provinsi Aceh. Foto/Dok.SindoNews |
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pembangunan huntara dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak. Dari total yang telah terbangun, 600 unit dibangun oleh Danantara, sementara 450 unit lainnya dikerjakan langsung oleh BNPB dengan dukungan TNI.
“Per hari ini, yang terbangun adalah 1.050 unit,” kata Suharyanto dalam paparannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 61.795 rumah di Aceh yang masuk kategori rusak berat akibat bencana. Dari jumlah tersebut, 23.432 rumah telah mengajukan permohonan hunian sementara.
Menurut Suharyanto, penyediaan huntara menjadi prioritas untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal aman selama proses pendataan dan rekonstruksi berjalan. Pemerintah masih terus melakukan verifikasi kebutuhan sekaligus menyiapkan tahapan pembangunan hunian permanen.
BNPB menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta lembaga terkait lainnya akan diperkuat agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan seluruh korban bencana dapat segera tertangani. (sn)

